Halaman

Bikin legalitas perusahaan

Untuk usaha kita membutuhkan legalitas,seperti ijin-ijin dari pemda,SIUP,TDP,HO,dsb. Sebelum bikin ijin-ijin tersebut kita memerlukan akte pendirian perusahaan,ini bisa didapat melalui notaris.Notaris akan mencantumkan siapa saja yang ada di dalam perusahaan tersebut beserta jabatannya dan alamat domisili si perusahaan tersebut.Setelah itu berlanjut pembuatan domisili,yang dilalui adalah,RT,RW,Kelurahan dan Kecamatan.Sebelumnya siapkan dahulu persyaratannya,seperti sertifikat tanah,IMB,PBB,KK,KTP,peta/denah lokasi.Setelah beres domisili berlanjut ke kantor pelayanan satu atap untuk membuat SIUP,TDP,HO dsb.Jika jenis usahanya lebih spesifik biasanya diperlukan lagi ijin operasional dari dinas terkait.Biaya? ini tergantung dari jenis,PT atau CV,PT lebih mahal memang tapi kegunaannya lebih luas dibanding CV.Setelah itu pembuatan NPWP,nah yang ini gratis,tinggal dating ke kantor pajak terdekat.Jika semua sudah komplit tinggal buat rekening perusahaan ke bank.Yang terakhir ini selesai kita sudah siap jalan.

Harapanmu di usahamu

Jika kita usaha dengan serius dengan sepenuh hati,kita akan menaruh harapan pada usaha tersebut,letakan impian kita pada usaha tersebut.Ada istilah gini,harapan atau impian adalah bahan bakar untuk sesuatu berjalan.Kumpulkan keyakinan pada usaha tersebut dan gantungkan harapan,kita akan menjalankan usaha tersebut dengan hati,lebih focus,dan merawatnya seperti anak sendiri.Mental kita pun akan terjaga,tidak mudah tergoyahkan menjadikan kita pengusaha yang ulet,insyaallah usaha kita akan merespon positif dan mulai menunjukkan hasil.

Entrepreneur Wanita

Saya ingin share info penting dari salah satu sumber mengenai pengusaha wanita,mudah mudahan bisa bermanfaat dan jadi motivasi.

Wanita wirausaha perlu berjejaring dan saling memberikan inspirasi serta dukungan kepada sesamanya. Inilah yang mendorong majalah Femina, yang bekerjasama dengan BNI selama tiga tahun terakhir, untuk melanjutkan rangkaian program “Wanita Wirausaha” yang menjangkau 12 kota pada 2010 lalu. Salah satu programnya adalah lomba “Wanita Wirausaha” yang akan menyeleksi sembilan kategori juara dari ribuan perempuan berpotensi yang membangun bisnis skala menengah. Rangkaian seminar dan workshop “Wanita Wirausaha Femina” ini mengumpulkan fakta bahwa dari 7.000 wanita wirausaha yang terjaring secara nasional, 35 persen wirausahawan perempuan memilih bisnis fashion.

Selain fashion, wanita wirausaha cenderung memilih bidang usaha kuliner (19 persen), kerajinan (sembilan persen), pendidikan (delapan persen), dan kecantikan (tujuh persen). Sementara dari pilihan jenis usaha, 48 persen dari ribuan perempuan berwirausaha ini bergerak di bidang perdagangan, jasa (46 persen), produsen (27 persen), dan pemasok (12 persen).

“Dari segmen usia, kebanyakan perempuan yang berwirausaha juga terbilang masih muda, sekitar 20-an tahun. Latar belakang pendidikan mereka juga tinggi, S-1 dan S-2. Perempuan yang berbisnis ini juga bukan dari skala usaha menengah atas yang bisnisnya di atas satu miliar. Kebanyakan wanita wirausaha ini berasal dari segmen menengah,” jelas Petty S Fatimah, Pemimpin Redaksi Femina saat temu media beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap entrepreneur perempuan, puncak acara Wanita Wirausaha BNI-Femina 2010/2011 pada Jumat (25/3/2011) nanti akan mengumumkan pemenang lomba wirausaha.

Petty melanjutkan, sejumlah masalah ditemukan dari pengalaman bertemu dengan sejumlah perempuan pebisnis dari berbagai kota ini. Sejumlah masalah atau kendala wanita wirausaha di antaranya kurangnya pengetahuan tentang wirausaha, minimnya jejaring usaha di antara para pengusaha perempuan ini, selain juga kurangnya dukungan kewirausahaan di lingkungan termasuk keluarga. Masalah yang juga seringkali ditemui wirausahawan adalah akses terhadap pembiayaan.

“Masalah pembiayaan bukan dipengaruhi faktor bahwa usahanya masih kecil dan belum bisa memanfaatkan fasilitas bantuan modal dari perbankan. Masalahnya lebih kepada banyak perempuan yang belum mengerti bagaimana cara mengakses pembiayaan, mereka belum paham bagaimana cara berhubungan dengan bank,” jelas Petty.

Meski ditempa sejumlah masalah dalam berwirausaha, semangat perempuan untuk berbisnis tak surut. Wanita wirausaha juga terus berkembang, baik jumlah pebisnis pemula yang terus bertambah maupun perempuan yang kini melebarkan sayapnya hingga pasar dunia.

“Dari 7.000 wanita wirausaha yang terjaring melalui program ini, tujuh persennya sudah ekspor. Kebanyakan pebisnis perempuan yang melakukan ekspor menjalani bisnis di Bali dan Yogyakarta,” tandas Petty. sumber kompas.com.

Mengatur keuangan

Banyak orang ingin memulai wirausaha, ini bagus sekali. Kalau ngomong soal usaha, ini artinya kita ngomong juga soal uang atau keuangan. Sebuah usaha akan berjalan baik apabila lancar di dalam soal keuangan. Istilah kerennya adanya Cashflow atau arus kas. Soal modal usaha, seberapa besar modal usaha, akan habis juga apabila tidak adanya cashflow yang bagus. Perlu sekali mengelola aliran uang yang bagus untuk sebuah usaha. Nah, untuk latihan awal bagi seorang calon wirausaha atau entrepreneur baru, apa yang bisa dilakukan?Seorang calon wirausaha bisa dengan mulai mengatur keuangan pribadi. Soal mengatur keuangan pribadi, ini penting sekali. Bagaimana mengelola keuangan pribadi, sayangnya tidak diajarkan di bangku kuliah. Seorang mahasiswa jurusan ekonomi diajarkan membuat laporan keuangan atau jurnal keuangan perusahaan orang lain, dimana dia menjadi pekerja di dalamnya dan tidak diajarkan bagaimana cara membuat laporan keuangan sebagaimana layaknya dia seorang pemilik perusahaan. Inilah kekurangan sistem pendidikan kampus. Mahasiswa dididik menjadi seorang karyawan yang mengerjakan laporan keuangan perusahaan orang, bukan membuat laporan keuangan bakal perusahaan yang ia akan bangun.

Mengenai keuangan ini, pemirsa bisa memulai dengan mengatur keuangan pribadi, bagaimana mengelola uang gaji yang didapat dengan lebih bijaksana. Uang akan bersahabat baik apabila dikelola dengan benar. Uang akan bisa berlipat apabila dikelola dengan pintar.

Inti sukses dalam mengelola keuangan adalah terletak di komitmen anda. Dengan mulai membuat laporan keuangan pribadi dan manajemen keuangan pribadi, seorang calon wirausaha akan terbiasa nantinya membuat laporan keuangan dalam lingkup yang lebih besar dan mengelola manajemen keuangan perusahaan yang ia bangun nantinya.

http://universitasbisnis.com/atur-dulu-yang-ini-sebelum-memulai-wirausaha/